November 2007


Crenshaw Properties adalah salah satu pengembang Real Estate yang mengkhususkan pada fasilitas penyimpanan-pribadi yang dijual terbatas pada investor (limited partners). Peranan Crenshaw adalah mengidentifikasi projek, melayani sebagai partner utama dengan investasi kecil, dan menaikkan modal dari dana pensiun. Crenshaw memiliki jaringan luas yang memasarkan investasi ini dengan basis komisi. Sebagai partner utama, Crenshaw memperolah upah signifikan atas kegiatan terkait, termasuk upah promosi, upah manajemen investasi, dan komisi real estate.

 

Selama investasi yang dijalankan berhasil, Crenshaw menjadi kaya raya. Karena investasinya bersifat jangka panjang, investor lantas tidak menjadi terlalu memperhatikannya. Namun demikian, pada pertengahan 1980, pasar unit penyimpanan di banyak tempat di seluruh negara menjadi jenuh. Tingkat hunian, tingkat sewaan, dan nilai pasar menurun.

 

Ralph Smalley dari Hambusch, Robinson & Co., menjalankan audit tahunan terhadap Crenshaw. Sebagai bagian dari audit, Smalley mendapatkan laporan keuangan untuk seluruh kemitraan di mana Crenshaw menjadi partner utama. Ia merujuk angka-angka kepada dokumen sumbernya dan memeriksa kesesuaiannya dengan catatan kemitraan. Smalley juga memastikan bahwa perhitungannya akurat. Tujuan dari melakukan pengujian-pengujian ini adalah untuk menentukan apakah aset kemitraan, pada harga perolehannya, lebih tinggi daripada utang, termasuk hipotik atas properti dan pinjaman dari investor. Sesuai dengan hukum yang berlaku, Crenshaw sebagai mitra utama bertanggung jawab terhadap segala kekurangan yang mungkin ada.

 

Setiap tahun, Smalley membuat simpulan bahwa tidak ada kekurangan yang berarti pada aset bersih kemitraan yang harus ditanggung oleh Crenshaw. Tapi apa yang terlewatkan oleh Smalley pada akhir tahun 1980-an adalah bahwa nilai pasar sekarang telah menurun secara signifikan karena arus kas lebih rendah daripada yang diproyeksikan dalam dokumen penawaran kemitraan. Pada akhirnya, Crenshaw jatuh bangkrut pada tahun 1989, dan Hambusch, Robinson & Co. mendapat tuntutan ganti rugi dari para makelar.

Barry Minkow benar-benar “whiz kid” (bocah ajaib). Ia memulai bisnisnya, ZZZZ Best Company, sebuah perusahaan pembersih karpet dengan spesialisasi kontrak asuransi restorasi, pada usia 16 tahun. Pada tahun 1982, Minkow memulai bisnisnya dari garasinya, tapi 5 tahun kemudian ia berhasil membawa perusahaan ini Go Public dengan angka penjualan mencapai $50 juta dan laba lebih dari $5 juta. Nilai pasar saham Minkow pada ZZZZ Best mencapai lebih dari $100 juta.

 

Selanjutnya, si genius Minkow tidak lagi mengandalkan pada bisnis perusahaan tapi secara fiktif (in deception). Alih-alih menjadi perusahaan yang solid secara operasional, ZZZZ Best hanyalah sekedar ilusi. Pada waktu itu baik pekerjaan restorasi, pendapatan, maupun keuntungan tidaklah ada. Semua pekerjaan itu hanya ada di atas kertas dan didukung oleh metode jaringan untuk menipu para pemegang saham, SEC, dan para profesional tepercaya yang menjalankan perusahaan, termasuk auditor. Banyak orang, termasuk anggota konggres mempertanyakan, “Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Di mana para auditor?”

 

Ketika ZZZZ Best pertama kali berkembang, Minkow mengalami kesulitan untuk mendapatkan kredit. Ia mengembangkan skema dengan penyesuaian asuransi untuk memvalidasi pekerjaan yang tak pernah ada agar menarik kreditor potensial. Minkow dapat memperoleh sejumlah besar kas atau pinjaman tanpa melakukan pekerjaan apapun. Kecurangan ZZZZ Best semakin meluas ketika ZZZZ Best harus menghadapi audit. Untuk membodohi auditor, penyesuaian asuransi konspirator pendukung pun dijaga agar tampak tetap sibuk dan terus menghasilkan kontrak palsu bagi ZZZZ Best. Ketika auditor mencoba memeriksa kontrak-kontrak tersebut, penyesuai itulah yang lantas memberi konfirmasi. Minkow lebih jauh lagi membohongi auditor dengan mengajak mereka ke tempat kerja sesungguhnya, namun tempat itu bukanlah miliknya. Bahkan ia menyewa (lease) gedung yang pembangunannya baru selesai sebagian dan menyewa subkontraktor untuk “mengerjakan” bangunan tersebut, semuanya demi kunjungan auditor.

 

Sebagaimana tampak luar biasanya kisah ZZZZ Best, ketika dipertanyakan tentang hal ini, sebagian besar pengamat akan menjawab: “Itu bukanlah yang pertama, dan tidak akan menjadi yang terakhir kalinya.” Dan itu bukanlah terakhir kalinya orang akan bertanya, “Di manakah para Auditor?”

Orange & Rankle, sebuah kantor akuntan publik dari San Jose, memeriksa klien kecil yang mengembangkan software. Porsi yang siginifikan atas modal klien berasal dari setoran 40 partner terbatas. Pemilik modal ini berasal dari kalangan profesional dan beberapa di antaranya adalah pengacara.

 

Orange & Rankle mengaudit perusahaan tersebut selama 4 tahun berturut-turut sejak awal didirikan, dengan rata-rata fee $33,000. Audit dijalankan secara baik oleh auditor yang berkompeten. Telah jelas baik bagi perusahaan maupun pihak lainnya yang secara terus-menerus melakukan review sesuai dengan standar audit yang berterima umum (GAAS) dalam setiap aspek.

 

Pada pertengahan tahun kelima operasi perusahaan, diketahui bahwa rencana pemasaran yang disusun perusahaan terlalu optimistik dan perusahaan membutuhkan tambahan modal atau perubahan strategi yang signifikan. Partner terbatas diminta untuk memberi suara tapi mereka menolak untuk memberi tambahan modal. Perusahaan pun gulung tikar dan menyatakan bangkrut. Partner terbatas kehilangan investasi mereka pada perusahaan ini. Mereka pun mengajukan tuntutan pengadilan pada semua pihak yang terlibat dengan perusahaan, termasuk auditor.

 

Setelah sekian tahun, auditor bersiap untuk membela diri dengan pembelaannya. Mereka memeriksa semua temuan, menyewa jasa saksi ahli terkait dengan issu-issu audit, mengajukan mosi, dan lain-lainnya. Mereka berulangkali berusaha membuat persetujuan tapi penuntut tidak setuju kecuali atas sejumlah nominal tertentu. Akhirnya, pada hari kedua persidangan, penuntut setuju pada nominal tertentu.

 

Telah jelas bahwa penuntut tahu bahwa auditor memang tidak melakukan kesalahan, tapi mereka tetap menuntutnya.Total biaya yang harus dikeluarkan oleh kantor akuntan publik tersebut mencapai $2,5 juta. Tidak termasuk waktu yang dihabiskan, kemungkinan cacat atas reputasi mereka, dan stress dan tekanan yang mereka alami. Dengan demikian, biaya atas tuntutan ini, yang mana auditor adalah benar-benar tidak bersalah, adalah lebih dari 75 kali rata-rata audit fee yang diterima dari klien ini.

Bruce Smith telah mempelajari saham kliennya, Ultimate Networks, selama 6 bulan terakhir. Ultimate Networks sedang mendapati kenaikan pangsa pasar, dan ia yakin bahwa penjualan mereka akan terus meningkat dengan teknologi baru mereka di bidang jalur pipa (pipeline). Akhirnya ia tidak tahan lebih lama lagi dan ia pun menghubungi pialangnya, John Rizzo, untuk memesan 200 lembar saham Ultimate Networks. “Kamu yakin dengan pilihanmu?” tanya Rizzo. “Bukannya Ultimate Networks itu klienmu?” Rizzo mengerti tanggung jawab profesi karena sebelum menjadi pialang ia dahulu bekerja bersama Bruce di sebuah kantor akuntan publik dan hingga saat itu masih berteman. “Coba deh kamu periksa dulu, baru hubungi aku lagi.” lanjut Rizzo.

Pagi berikutnya, Bruce pun merasa sangat senang karena pialang yang ia hubungi adalah John Rizzo. SEC baru saja mengumumkan bahwa mereka menemukan adanya sejumlah pelanggaran terkait independensi pada kantor akuntan publik lain. Kantor akuntan publik tersebut harus membatalkan beberapa laporan auditnya dan beberapa partner dan staff pemeriksa dilarang berinvestasi pada perusahaan yang sehari sebelumnya hendak dibeli sahamnya oleh Bruce. Setelah berpikir bahwa ia tidak boleh memiliki saham auditee, ia pun bergumam, “Pasti ada investasi yang tidak kalah menguntungkan di luar sana.”

Kantor akuntan publik Halvorson & Co. dipercaya untuk mengaudit Machinetron, Inc., perusahaan yang memproduksi alat pemotong kayu/logam terkomputerasi berapresisi tinggi. Pemiliknya, Al Trent, yakin bahwa Machinetron telah siap untuk Go Public, dan ia menyewa Halvorson untuk melakukan audit dan membantu menyiapkan pernyataan registrasi untuk penawaran surat berharga.

 

Berhubung mesin-mesin Machinetron berukuran besar dan rumit, hal ini menjadikannya barang mahal. Setiap penjualan dinegosiasikan secara pribadi oleh Trent, dan penjualan biasanya terealisasi setelah beberapa bulan. Hal ini menyebabkan kesalahan pencatatan terhadap satu atau dua mesin saja bisa mengakibatkan kesalahan saji yang material terhadap laporan keuangan.

 

Partner yang menerima audit Machinetron adalah Bob Lehman, seorang auditor yang sangat berpengalaman dalam audit perusahaan manufaktur. Ia paham akan risiko ketidaktepatan pencatatan penjualan, dan ia meminta agar semua staff melakukan konfirmasi secara langsung akan semua piutang perusahaan pada akhir tahun kepada para pelanggan. Lehman menyelesaikan review atas berkas Machinetron pada hari yang sama dengan hari ketika Trent hendak memberlakukan pernyataan registrasi untuk penawaran saham perdananya. Lehman mendapati bahwa ada piutang atas penjualan yang bernilai besar hanya didukung dengan alat bukti selembar kertas fax, bukan surat resmi jawaban konfirmasi sebagaimana biasanya. Tampaknya, hubungan dengan pelanggan yang satu ini sifatnya “touchy”, dan Trent memberi batasan pada staff audit untuk dapat menghubungi pelanggan tersebut.

 

Pada sore harinya, diadakan pertemuan di kantor Machinetron yang dihadiri Lehman, Trent, penjamin (underwriter) penawaran saham, dan pengacara perusahaan. Lehman mengungkapkan bahwa bukti konfirmasi yang lebih baik diperlukan untuk mendukung bahwa piutang itu benar-benar ada. Begitu mendengar hal ini, Trent menjadi geram. Pengacara Machinetron pun mendekati Trent dan menenangkannya. Ia menawarkan alternatif untuk membuat surat pada Halvorson & Co. yang berisi opini bahwa kertas fax memiliki substansi hukum sebagai jawaban yang valid atas konfirmasi. Lehman yang merasakan adanya tekanan yang besar pun akhirnya menerima usulan ini dan mengakhiri penugasannya dengan memberi unqualified opinion.

 

Enam bulan setelah penawaran saham perdana, Machinetron mengeluarkan pernyataan adanya indikasi bahwa pendapatan tahun sebelumnya dilaporkan lebih tinggi (overstated) karena ketidaktepatan pencatatan penjualan, termasuk penjualan yang hanya didukung dengan konfirmasi melalui fax. Penyelidikan oleh SEC (Bapepam-nya Amerika) membuktikan bahwa fax tersebut telah dikirim sendiri oleh Trent, bukan oleh pelanggan. Halvorson & Co. pun meralat opini unqualified-nya namun itu tidak mampu menghalangi kerugian para investor. Hlavorson & Co. dipaksa untuk mengganti kerugian dalam jumlah besar, dan Bob Lehman mendapat larangan praktik dari SEC. Ia pun meninggalkan dunia akuntan publik.

“Ini benar-benar minggu yang baik,” pikir Jeanine Wilson, suatu kali saat ia keluar dari tempat parkir Solberg Paints pada jumat siang. Beberapa bulan sebelumnya, ia baru saja lulus dari sebuah universitas negeri dan mengikuti ujian sertifikasi akuntan publik. Meski demikian, Jeanine berpikir masuknya ke dunia kerja tidaklah semulus itu, dan ia terkejut begitu menyadari begitu banyak hal yang masih harus ia pelajari. Tapi ia telah membuat langkah yang baik dengan pekerjaannya di Solberg.

 

John Hernandez adalah seorang Auditor senior untuk audit Solberg Paints, dan ia terkenal dengan reputasinya sebagai guru dan penyelia yang sabar. Jeanine tidaklah kecewa. Di awal perjanjian, John menasehatinya, “Jangan takut untuk bertanya. Jika engkau mendapati sesuatu yang tampak janggal, kita bisa membahasnya. Dan yang paling penting, jika engkau punya ide yang akan membantu klien, sampaikanlah. Klien berharap lebih dari sekedar laporan audit yang kita sampaikan.”

 

“Mustinya yang Aku sampaikan,” pikir Jeanine. Ia menemukan satu kesalahan dalam perhitungan LIFO atas persediaan klien yang seharusnya dapat membuat perusahaan membayar pajak lebih sedikit. Tapi agaknya ia tidak dapat menyampaikannya. Jeanine membaca sebanyak mungkin tulisan tentang perusahaan cat dan mempelajari beberapa metode pengendalian produksi baru yang tampaknya bisa diaplikasikan pada Solberg. Ia merasa segan untuk menyampaikannya khawatir ia tidak cukup memiliki pengetahuan tentang apa yang belum diketahui kliennya, tapi John menganjurkannya untuk membahasnya dengan klien. Hasil yang didapat adalah ternyata klien ingin membahas lebihjauh dengan firma tempat Jeanine bekerja untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana perusahaan dapat meningkatkan proses produksinya.

 

Jumat itu adalah hari terakhir audit kerja lapangan, dan sang partner, Bill Marlow, berada di kantor klien untuk menyelesaikan review atas laporan audit. Jeanine terkejut mendengar apa yang dikatakan Bill padanya. “Apa yang saja yang kau kerjakan di lantai 15?” Kita akan segera bertemu klien untuk membahas temuan audit kita. Kamu telah memberi masukan yang baik pada audit ini, dan Saya mau kamu hadir di sana.” Jeanine berusaha menyembunyikan rasa senangnya, tapi tetap senyuman tersungging di bibirnya. “Ya, ini benar-benar minggu yang baik.”

Oh my!” Gene Morse sungguh terkejut. Di ruangan kerjanya, matanya tak lepas dari layar monitor, seakan tak tak percaya apa yang baru saja ia temukan, entri projek pengadaan komputer senilai $500 juta yang tidak memiliki cukup bukti. Ia segera membawa temuan ini ke penyelianya, Cynthia Coper, Wakil Presiden Pemeriksa Intern WorldCom. “Keep going,” demikian Coper member arahan. Team Internal Audit-nya terus mencari bukti. Mereka bekerja lembur pada malam hari untuk menghindari kecurigaan karena yakin akan dipecat jika atasan mengetahui apa yang sedang mereka kerjakan. Mereka menyalin data ke CD sebab khawatir jika data tersebut dilenyapkan.

Kecurangan (fraud) besar seringkali dimulai dari kepemimpinan puncak, dan demikianlah yang terjadi di WorldCom. Bernie Ebbers, pendiri WorldCom dan sang CEO, menasehati Coper untuk tidak menggunakan istilah “pengendalian intern” sesuatu yang tidak ia pahami. Namun demikian, Cooper terus berjuang agar mendapatkan respek dan lebih banyak sumber daya bagi departemen pemeriksa intern. Ia meyakinkan Ebbers bahwa divisinya dapat menyelamatkan jutaan dolar atas operasi yang sia-sia melalui pengendalian intern. Pada tahun berikutnya, “We paid for ourselves many times over” ungkap Cooper.

Begitu mencoba mengikuti jejak kecurangan yang ia temukan, Coper mendapati halangan di setiap langkahnya. Pada akhir Mei 2002, team Cooper mendapat temuan pada pembukuan perusahaan. Perusahaan telah mengakui jutaan dolar pembayaran rekening telepon sebagai aset yang dikapitalisasi. Trik akuntansi ini mengubah posisi perusahaan dari mengalami kerugian $662 juta menjadi laba $2,4 juta pada tahun 2001. Scott Sullivan, CFO perusahaan, memanggil Cooper dan menanyakan apa yang sedang ia dan teamnya kerjakan. Sullivan kemudian meminta Coper menunda pemeriksaan hingga quarter berikutnya, tapi Cooper menolaknya. Pada bulan Juni 2002, perusahaan mengumumkan telah menambah aset sebesar $3,8 juta, kecurangan terbesar dalam sejarah. Ketika penyelidikan ini selesai, jumlah kecurangan telah bertambah hingga angka yang fantastis: $11 juta.

Sources: Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach 11th Edition, Pearson International Edition, New Jersey, 2006, Chapter 1.